Opening...
Opening...
Consultancy needed for Learning Consultant in 's Program Sponsorship in Sumba,. Focus on Child Protection effectiveness and Human Drivers of Localization. No specific eligibility restrictions indicated.
Last checked: 1 hour ago
Closing date: Monday, 20 July 2026
Country: Indonesia
Duty station: Indonesia
Contract type: Contingent
Grade: Not specified
Applicant eligibility: Not explicit in source
Ad
Ad
LATAR BELAKANG
Save the Children mulai melaksanakan Program Sponsorship jangka panjang di Kabupaten Sumba Barat pada tahun 2014 dan di Kabupaten Sumba Tengah pada tahun 2015 melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra lokal, yaitu Perkumpulan Stimulant Institute di Sumba Barat dan Yayasan Wahana Komunikasi Wanita di Sumba Tengah. Program ini dilaksanakan berdasarkan Theory of Change (ToC) yang menekankan keterlibatan aktif anak, keluarga, komunitas, masyarakat sipil, pemerintah, dan sektor lainnya sebagai agen perubahan untuk meningkatkan pemenuhan hak-hak anak agar dapat hidup sehat, belajar, dan terlindungi. Di Indonesia, Program Sponsorship di Nusa Tenggara Timur mencakup tiga tematik dan enam area inti, yaitu Kesehatan Ibu dan Anak (MNCHN), Pengasuhan dan PAUD (ECCD), Pendidikan Dasar (BE), Kesehatan dan Gizi Sekolah (SHN), Perkembangan Remaja (AD), serta Perlindungan Anak (CP). Seiring mendekatnya fase pengakhiran program, diperlukan upaya untuk memastikan keberlanjutan hasil program dan penguatan kepemilikan oleh pemerintah daerah, masyarakat, dan aktor kunci di tingkat lokal. Program Sponsorship melalui pendekatan integrated programming telah mengimplementasikan berbagai intervensi Child Protection untuk memperkuat sistem perlindungan anak di tingkat masyarakat dan pemerintah daerah. Intervensi tersebut mencakup penguatan kelembagaan masyarakat seperti PATBM dan TPPK, peningkatan kapasitas pemangku kepentingan, serta penguatan mekanisme rujukan dan pelaporan kasus. Namun demikian, efektivitas implementasi intervensi Child Protection masih menghadapi sejumlah tantangan. Kinerja PATBM dan TPPK belum menunjukkan fungsi yang optimal, ditandai dengan masih rendahnya pelaporan kasus serta belum kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme perlindungan yang tersedia. Selain itu, dampak intervensi terhadap kesejahteraan anak, khususnya terkait rasa aman, perlindungan, dan akses terhadap layanan, belum terukur secara komprehensif. Di sisi lain, Program Sponsorship juga sedang berada dalam fase transisi pelokalan yang mendorong penguatan kepemimpinan dan kepemilikan pemerintah daerah serta masyarakat termasuk anak sebagai agent of change terhadap keberlanjutan program. Selama ini, pendekatan pelokalan lebih banyak berfokus pada penguatan sistem, seperti kebijakan, anggaran, dan intervensi sektoral. Namun, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa keberlanjutan program tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sistem, tetapi juga oleh faktor individu yang berperan sebagai penggerak perubahan (champion). Tingginya mutasi dan pergantian personel di tingkat dinas, serta risiko ketergantungan pemerintah daerah pada pendanaan nasional yang saat ini mengalami efisiensi, menjadi tantangan terhadap keberlanjutan hasil program. Dalam konteks tersebut, aspek individual agency dan system ownership menjadi penting untuk dipahami lebih mendalam. Dalam studi ini, individual agency merujuk pada kapasitas dan motivasi individu—baik dari mitra lokal (CSO), kader masyarakat, maupun fasilitator program—untuk bertindak secara proaktif mendukung keberlanjutan program. Sementara system ownership merujuk pada proses di mana komitmen individual tersebut berkembang menjadi kepemilikan kolektif pada level institusi atau komunitas. Proses transformasi dari individual agency menuju system ownership dalam konteks pelokalan belum banyak terdokumentasikan dan dipahami secara sistematis. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan dua studi yang saling melengkapi, yaitu studi mengenai efektivitas intervensi Child Protection dalam integrated programming dan studi Most Significant Change (MSC) mengenai “Human Drivers of Localization: From Individual Agency to System Ownership in Sponsorship Programs”. Kedua studi ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran strategis terkait kontribusi intervensi terhadap perlindungan dan kesejahteraan anak, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor manusiawi dan kelembagaan yang memengaruhi keberlanjutan program dalam proses pelokalan. Hasil studi akan menjadi dasar penguatan strategi program, pembelajaran organisasi, serta rekomendasi bagi pengembangan pendekatan keberlanjutan dan kepemilikan program di masa mendatang.
TUJUAN
Menghasilkan pembelajaran strategis mengenai efektivitas intervensi Child Protection dalam integrated programming serta memahami pengalaman perubahan dari champion yang mendorong keberlanjutan dan ownership program dalam proses pelokalan Program Sponsorship.
Tujuan Khusus 1: Efektivitas Intervensi Child Protection
Tujuan Khusus 2: MSC Study in “Human Drivers of Localization ( From Individual Agency to System Ownership) in Sponsorship Programs
EXPECTED OUTPUT/DELIVERABLES
Deliverable 1: Inception Report (Hari Kerja 1–15)
Konsultan diharapkan menghasilkan:
Deliverable 2: Interim Learning Report (Hari Kerja 16–55)
Konsultan diharapkan menghasilkan:
Deliverable 3: Final Analytical Report and Learning Presentation (Hari Kerja 56–75)
Konsultan diharapkan menghasilkan:
Konsultan Pembelajaran Human Drivers of Localization: From Individual Agency to System Ownership in Sponsorship Programs
Deliverable 1: Laporan Awal (Hari Kerja 1–15) Pada tahap awal penugasan, konsultan akan:
Ad
Ad